Pakaian yang dibawa saat berhaji

September 6, 2007

Berhaji, Bawa Baju Berapa?MESKIPUN kopor haji sudah lama di tangan, namun sebagian jemaah justru tidak tahu apa yang mesti dimasukkan ke dalam tas pemberian maskapi penerbangan itu. Sebagian bahkan melakukan “gladi bersih” memasukkan barang-barang, kemudian mengeluarkan kembali, memasukkan kembali dan seterusnya. Apa saja sih yang perlu dibawa?

PETUGAS haji sedang mengemas kopor milik jemaah. Menunaikan ibadah haji tidak perlu membawa pakaian yang berlebihan, melainkan secukupnya, agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk.*DOK. WAKHUDIN/”PR”

Secara garis besar, barang-barang yang dibawa hanya yang menyangkut alat-alat ibadah dan untuk keseharian. Ingat musim haji tahun ini termasuk dalam musim dingin, karena selama wukuf di Arafah suhu diperkirakan 10 derajat Celsius. Saat ini suhu di Mekah, Madinah, dan Jeddah masih berkisar 30 derajat Celsius. Namun secara perlahan, suhu itu akan terus menurun hingga tahun aru 2007.

Jangan lupa masukkan semua barang-barang yang berkaitan dengan senjata tajam ke dalam tas bagasi. Jangan coba-coba membawa barang seperti gunting, silet, apalagi pisau atau golok ke dalam tas tentengan. Semua akan disita di bandara sebelum terbang, terutama setelah ada peristiwa pembajakan pesawat yang ditabrakkan ke gedung kembar WTC.

Supaya tidak ada yang kelewat, catatlah barang-barang yang diperlukan itu, sehingga secara pasti barang-barang tersebut terangkut bersama. Tentu saja, kebutuhan setiap orang berbeda dengan yang lainnya, namun secara umum ada barang-barang yang mesti dibawa dalam perjalanan haji itu.

Perlengkapan dan bekal yang perlu dibawa selama melakukan perjalanan haji antara lain pakaian, alat mandi dan mencuci, alat makan dan memasak, obat-obatan, buku dan alat-alat tulis, perlengkapan tidur, alat-alat elektronik seperti telefon, kamera, video, dan sebagainya.

Pada prinsipnya, semakin sedikit barang bawaan Anda semakin baik sebab, itu tidak merepotkan. Namun, jika bekal dan perlengkapan itu merupakan sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan, apa boleh buat. Semua harus dibawa serta, tapi membawanya harus tetap cermat dan hati-hati, supaya tidak hilang, atau menjadi beban berat Anda.

Pakaian

Pakaian yang akan dibawa sebaiknya disesuaikan dengan musim di Arab Saudi di mana kita akan menunaikan haji. Pada musim dingin seperti tahun ini, sebaiknya pakaian yang dibawa yang menggunakan bahan tebal, supaya hangat.

Cukup penting pula diketahui bahwa pakaian, terutama pakaian dalam, baik milik pria maupun wanita, sebaiknya diberi tanda berupa nama atau inisial masing-masing. Sebab, pada umumnya, pakaian antara milik seorang dengan yang lainnya hampir sama, sehingga gampang tertukar.

Kebutuhan pakaian bagi jemaah pria tentu saja berbeda dengan jemaah haji wanita. Dalam masalah ini ada beberapa pakaian yang perlu dibawa serta dalam perjalanan haji. (a) Kain ihram. Dua buah kain tanpa jahitan ini tentu tidak bisa dilupakan untuk dibawa serta dalam perjalanan haji. Kalaupun terlupakan, kadang, pakaian ihram dijual di asrama haji. Selama musim haji, sesungguhnya, cukup satu stel kain ihram untuk menunaikan haji. Namun demikian, jika membawa dua setel kain ihram, hal itu bisa digunakan untuk ganti.

(b) Pakaian yang penting. Pakaian yang perlu dibawa serta selama menunaikan ibadah haji antara lain, beberapa baju koko (baju takwa) untuk melakukan salat; Beberapa potong hem lengan panjang untuk di perjalanan; Beberapa potong kaus oblong untuk santai di penginapan; pakaian dalam dan kaus kaki secukupnya; pakaian tidur; handuk untuk mandi dan untuk lap; baju hangat atau jaket dipakai selama di pesawat atau selama musim dingin.

Pakaian wanita bagi jemaah haji, secara umum, harus mampu menutupi aurat secara sempurna, tanpa harus meninggalkan mode. Meski demikian, warna pakaian sebaiknya tidak mencolok dengan aneka warna-warni, melainkan memilih warna yang mencerminkan keagungan seorang wanita Muslim. Pakaian yang ketat tentu sangat tidak disarankan bagi jemaah haji wanita.

Model pakaian yang perlu dipakai jemaah haji wanita sebaiknya model pakaian panjang berlengan, seperti daster yang berleher dan longgar. Celana panjang juga diperlukan, terutama selama pergi ke masjid atau ke tempat-tempat lain. Dengan celana panjang, karena angin di Arab Saudi sering bertiup kencang, tidak mudah tertiup angin.

Tutup kepala berupa jilbab yang menutup hingga ke dada sangat penting bagi wanita. Namun hal itu bisa diganti dengan mukena yang model potongan, sehingga mukena pendek bagian atas bisa dimanfaatkan untuk jilbab.

Selama musim haji, pakaian yang perlu dibawa antara lain, Beberapa potong blus lengan panjang berleher; Beberapa baju kurung lengan panjang berleher; Beberapa potong celana panjang; Beberapa pakaian tidur; pakaian dalam secukupnya; beberapa kaus kaki; beberapa potong mukena pendek; beberapa potong jilbab; dan jaket atau pakaian hangat untuk di pesawat atau musim dingin. (Wakhudin/ “PR”)***

 
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: